Pencatatan Perkawinan Mixed Marriage di Indonesia

Pencatatan Perkawinan Mixed Marriage di Indonesia

Pernikahan Mixed marriage yang diselenggarakan di luar negeri, harus dilaporkan di KBRI dan dicatatkan di Indonesia dalam waktu 30 hari sejak kembali ke Indonesia.”

Anda sedang mempersiapkan perkawinan dengan Warga Negara Asing (“WNA”)? Atau sudah melaksanakan pernikahannya di luar negeri? Jangan lupa ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika menikah dengan WNA, terlebih lagi apabila perkawinan dilangsungkan di luar wilayah Indonesia. 

Mixed Marriage atau Perkawinan Campuran adalah…

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan (“UU Perkawinan”) Pasal 57, yang dimaksud dengan perkawinan campuran adalah perkawinan yang terjadi antara dua orang yang tunduk pada hukum negara yang berbeda karena perbedaan kewarganegaraan.

Apabila saya melangsungkan perkawinan dengan pasangan WNA di luar negeri apakah perkawinan tersebut sudah sah di Indonesia?

Pertanyaan di atas sering dilontarkan oleh WNI akan atau sudah menikah dan pasangannya adalah WNA. Pasal 56 ayat 1 dalam UU Perkawinan menyebutkan  bahwa perkawinan antara seorang WNI dan WNA dapat dikatakan sah jika dilakukan menurut hukum yang berlaku di negara tempat perkawinan dilangsungkan. Jadi, apabila perkawinan campuran dilaksanakan mengikuti peraturan yang berlaku di negara tersebut maka perkawinan tersebut adalah sah dengan segala akibat hukumnya diikuti dengan kewajiban Pasangan tersebut untuk segera mencatatkan perkawinannya. 

Saya menikah di luar negeri, apakah saya perlu mencatatkan pernikahan saya di KBRI?

Perkawinan campuran yang dilangsungkan di luar wilayah Indonesia wajib untuk dicatatkan di Instansi yang berwenang di negara tempat perkawinan tersebut dilangsungkan dan dilaporkan ke Perwakilan Republik Indonesia (KBRI) dengan melengkapi 4 (empat) dokumen yaitu; 

  1. Surat Keterangan telah terjadinya perkawinan di negara setempat; 
  2. Pas foto berwarna suami dan istri; 
  3. Dokumen perjalanan RI & dokumen perjalanan; dan 
  4. Surat keterangan yang menunjukkan domisili atau surat keterangan pindah luar negeri. 

Jika telah melengkapi keempat dokumen tersebut maka KBRI dapat mencatatkan peristiwa perkawinan di dalam buku Register Akta Perkawinan dan menerbitkan kutipan Akta Perkawinan yang akan menjadi salah satu syarat untuk mencatatkan atau melaporkan perkawinan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) ataupun Kantor Urusan Agama (KUA) di Indonesia. Untuk pasangan yang sudah berada di Indonesia namun belum melaporkan perkawinannya ke Kantor Perwakilan Indonesia tidak perlu khawatir. Sebagai ganti dari Surat Bukti Lapor Kawin, Pasangan tersebut dapat memohonkan legalisasi akta perkawinan asli atau bukti perkawinan yang dikeluarkan oleh negara tempat dilangsungkannya perkawinan ke Kedutaan Besar negara tersebut yang berada di Indonesia. Setelah mendapatkan legislasi pada akta perkawinan tersebut yang menyatakan bahwa memang benar dikeluarkan oleh instansi negara yang bersangkutan maka perlu diajukan legalisasi kepada Kementerian Luar Negeri, dan setelah selesai akta tersebut dapat digunakan sebagai pengganti Surat Bukti Lapor Kawin untuk melakukan pendaftaran perkawinan di Kantor Catatan Sipil ataupun Kantor Urusan Agama. 

Pernikahan yang telah dilaporkan di KBRI, apakah perlu dilaporkan kembali di Indonesia?

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan (“UU Kependudukan”) Pasal 37 ayat 1, 2 dan 4 untuk mendaftarkan perkawinan campuran luar negeri di Indonesia harus dilakukan selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari setelah pasangan suami-istri tersebut kembali ke Indonesia. Untuk pasangan muslim, pencatatan perkawinan dapat dilakukan di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan dan untuk pasangan non-muslim pencatatan perkawinan dilakukan di Kantor Disdukcapil sesuai dengan domisili pasangan. Berkas yang diperlukan untuk melakukan pendaftaran perkawinan campuran luar negeri di Kantor Catatan Sipil di Wilayah Indonesia, adalah; 

  1. Akta Perkawinan dari Negara tempat dilangsungkannya perkawinan yang sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia dan telah di super legalisasi oleh Kantor Perwakilan RI setempat; 
  2. Surat Keterangan Menikah dari Kantor Perwakilan RI setempat; 
  3. Salinan Akte Lahir Suami dan Istri; 
  4. Salinan KTP dan Kartu Keluarga; 
  5. Salinan Paspor Pasangan WNA; dan 
  6. Pasfoto berdampingan berukuran 4×6 dengan latar belakang merah sebanyak 3 lembar. 

Sedangkan untuk pasangan muslim yang telah melangsungkan perkawinan di luar negeri, dapat melaksanakan pencatatan perkawinannya di KUA Kecamatan sesuai domisili pasangan dengan memenuhi syarat-syarat sebagai berikut; 

  1. Akta Nikah dari negara asal yang sudah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia dan sudah dilegalisasi Kantor Perwakilan RI atau KBRI; 
  2. Surat keterangan menikah dari KBRI negara tersebut; 
  3. Surat Pernyataan tertulis pasangan;
  4. Fotokopi KTP; 
  5. Fotokopi KK; 
  6. Fotokopi Akta Kelahiran Suami dan Istri; 
  7. Fotokopi Paspor Pasangan WNA; dan 
  8. Pasfoto berlatar belakang warna biru dengan ukuran 4×6 sebanyak 4 lembar. 

Pencatatan perkawinan campuran luar negeri di Indonesia sangat penting karena jika perkawinan campuran yang dilangsungkan di luar negeri tidak langsung dicatatkan di Indonesia, maka perkawinan tersebut dianggap belum terjadi dan tentu akan menyulitkan untuk keperluan lainnya di kemudian hari, seperti misalnya untuk keperluan akta kelahiran anak maupun keperluan administratif kependudukan lainnya.

Author: Sutria Puti Dwirahayu

Having a question regarding Mixed Marriage?

Let’s contact us on the following alternatives:

Hotline: (+62) 812 1111 8608 / (+62) 21 – 2271 8638

Email: info@ylpconsulting.com

Our experienced Consultant will happy to help you.

Share this article:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter

Our Office

Sopo Del Office
Tower A, Level 20 Unit B.
Jl. Mega Kuningan Barat III,
Mega Kuningan, South Jakarta, Indonesia 12950

About YLP

YLP Consulting is a Formalities and Corporate Secretarial Legal Firm who is committed to provide simple, pleasant and stress free experience for our Client.