Ubah bahasa / Change Language
Chinese (Simplified)EnglishIndonesian

Prosedur Perpanjangan KITAS di Masa Pandemi

“Bagi Perusahaan yang mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (TKA) dan bagi Warga Negara Asing (WNA) yang tinggal di Indonesia dan Izin Tinggalnya mendekati habis masa berlakunya, wajib untuk tetap melakukan perpanjangan, meskipun dalam masa Pandemi. Apabila tidak dilakukan perpanjangan, maka dapat dikenakan denda sebesar 1 (satu) juta rupiah per-harinya.

Dasar Perpanjangan KITAS

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 (“UU Keimigrasian”), untuk setiap orang asing yang tinggal di wilayah Indonesia wajib untuk memiliki izin tinggal baik untuk sementara maupun tetap. Izin Tinggal sementara (ITAS) umumnya berlaku selama 1 (satu) tahun dan untuk Izin Tinggal Tetap (ITAP) berlaku selama 5 (lima) tahun. Setelah masa berlaku dari Izin Tinggal itu habis maka WNA pemegang Izin Tinggal tersebut wajib untuk memperpanjang izin tinggalnya di kantor imigrasi, maksimal 1 bulan sebelum masa berlakunya habis jika mau yang lebih aman maksimal satu setengah bulan sebelum masa berlaku dari izin tinggal tersebut habis.

Penghitungan Overstay

WNA yang tidak melakukan perpanjangan izin tinggal akan dikenakan overstay sesuai dengan yang telah diatur di dalam Pasal 78 ayat 1 UU Keimigrasian, WNA pemegang izin tinggal yang masa berlakunya telah berakhir namun masih tinggal di Indonesia kurang dari 60 (enam puluh) hari maka akan dikenakan denda perharinya dan jika WNA tersebut tidak melakukan pembayaran atas denda tersebut, WNA akan dikenai tindakan administratif keimigrasian yaitu deportasi. Tentu hal itu bukanlah hal yang ingin dialami bukan? Oleh karena itu pentingnya mengingat dan mengecek kembali tanggal masa berlaku dari Izin Tinggal maupun Izin Kerja milik WNA agar WNA tidak terkena overstay dari imigrasi.

Proses Perpanjangan KITAS

Bagi Tenaga Kerja Asing (TKA), sebelum memperpanjang izin tinggalnya wajib untuk memperpanjang izin kerjanya terlebih dahulu yaitu memperpanjang masa berlaku Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) dan Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA). Setelah berhasil memproses perpanjangan kedua dokumen tersebut maka Izin Tinggal yang dimiliki oleh WNA bisa diperpanjang melalui kantor imigrasi sesuai dengan domisili WNA tersebut.

Pada masa pandemi ini tentu kita mulai mengurangi untuk melakukan interaksi di luar rumah, tapi tidak perlu khawatir seiring dengan berlakunya masa adaptasi kebiasaan baru di masa pandemi ini layanan pengurusan visa dan izin tinggal bagi WNA telah menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Untuk WNA yang berada di Indonesia dan akan melakukan perpanjangan izin tinggal, bisa memproses perpanjangannya melalui kantor imigrasi sesuai dengan domisili WNA tersebut. Setelah berkas diajukan melalui kantor Imigrasi, WNA akan dikirimkan kode pembayaran untuk melakukan pembayaran Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang nominalnya sesuai dengan jangka waktu tinggalnya WNA tersebut di Indonesia dan diatur dalam ketentuan Peraturan Perundang-undangan.

Saat proses perpanjangan KITAS, WNA akan diberikan jadwal untuk datang ke Kantor Imigrasi untuk melakukan wawancara, identifikasi dan verifikasi data serta pengambilan data biometrik foto dan sidik jari, namun tidak perlu khawatir saat proses pandemi ini seluruh proses yang dilakukan di kantor imigrasi dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat.

Setelah perpanjangan KITAS telah disetujui oleh Kepala Kantor Imigrasi atau Pejabat Imigrasi yang ditunjuk, maka Izin Tinggal Terbatas sekaligus Izin Masuk Kembali akan terbit dan diserahkan kepada WNA yang bersangkutan. Perpanjangan Izin Tinggal Terbatas yang diberikan oleh Kepala Kantor Imigrasi diberikan paling banyak 5 (lima) kali berturut-turut.

Jangka Waktu dan Proses Persetujuan Perpanjangan KITAS

Perpanjangan KITAS yang pertama hingga yang ketiga akan disetujui oleh Kepala Kantor Imigrasi sesuai wilayah domisili WNA dan untuk perpanjangan yang keempat dan kelima akan dilaksanakan Kepala Kantor Imigrasi setelah mendapatkan persetujuan tertulis oleh Direktur Jenderal Imigrasi melalui pertimbangan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM dalam hal ini Kepala Divisi Keimigrasian.

Proses perpanjangan izin tinggal terbatas untuk yang tidak membutuhkan persetujuan Kepala Kantor Wilayah atau Direktur Jenderal membutuhkan waktu penyelesaian kurang lebih 7 (tujuh) hari kerja sejak dokumen permohonan pengajuan perpanjangan izin tinggal diterima. Sedangkan untuk proses perpanjangan izin tinggal terbatas yang membutuhkan persetujuan Kepala Kantor Wilayah, membutuhkan waktu penyelesaian kurang lebih 10 hari kerja sejak dokumen permohonan pengajuan perpanjangan izin tinggal diterima.

Author: Sutria Puti Dwirahayu

Having a question regarding KITAS?

Let’s contact us on the following alternatives:

Hotline: (+62) 812 1111 8608 / (+62) 21 – 2271 8638

Email: info@ylpconsulting.com

Our experienced Consultant will happy to help you.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Recent Posts